Faces of Me

Faces of Me

What I say is.....

Jika denyut nadi kita sama, bicara di hati juga serupa. Itu satu tanda pasti, kita mungkin serasi...:)

Bersyukur di atas setiap kejadian yang dicipta Allah...

Bersyukur di atas setiap kejadian yang dicipta Allah...

Tuesday, December 14, 2010

Kau rawat luka di hatiku...

Bersamamu...
kuhabiskan hari-hari yang begitu indah…
Kau warnai hidupku dengan beribu tawa…
lelah serasa tak pernah menghampiriku…
Waktu terasa begitu cepat berlalu bila kau disampingku…

Tangisku kau usir pergi...
Luka hatiku kau rawat kini...
Ceriaku kembali bersemi...
Sentuhan keramatmu menghidupkan ku kembali...

Senyummu…
Tawamu…
Kesalmu…
Bingungmu…
Manjamu..
Rajukmu...
Lelahmu…
Tidurmu…
Aaaaaaah....semua itu masih lekat diingatanku...
Aku amat merinduimu...

Hadirmu tak sabar kumenanti...

Tuesday, December 7, 2010

If...one day..



if one day you feel like crying,
call me...  
i don't promise i'll make you laugh 
but i can cry with you....  

if one day you want to run away
don't be afraid to call me
i don't promise to ask you to stop
but i can be with you  

if one day you don't want to listen to anyone
call me...
i promise to be there for you
and i promise to be very quiet  

but if one day you call
and there is no answer 
come fast to me
perhaps i need you.....  
(that is the day you might not see me again... forever....)



Monday, December 6, 2010

Buat Sayangku..Damia Adila..

Sayangku…
Apakah kau sedih?
Menangislah di bahuku…

Sayangku…
Apakah kau letih?
Bersandarlah di dadaku…


Sayangku…
Apakah kau takut?
Aku ada disampingmu…

Sayangku…
Kau merasa putus asa?
Kita berdua bisa melaluinya…
Selagi kita bersama...


Sayangku…
Sedarilah, aku menyayangimu….

~Your Mama~

Friday, December 3, 2010

Cinta Luka..

Bersama hari-hari semalam yang penuh luka, kulalui hidup ini walaupun penuh derita dan sengsara. Ya, hari semalam telah mengenalkanku akan erti sebuah derita percintaan. Percintaan yang pada mulanya mengajar aku erti kebahagiaan mencintai dan dicintai, akhirnya memaksa aku menelan pahit getirnya perpisahan yang tak terduga.

Bukan kupinta pertemuan jika akhirnya perpisahan yang mendatang. Bukan kurayu untuk diriku dicintai jika akhirnya aku ditinggalkan. Benarkah kata janji itu hanya manis di mulut tetapi menjadi racun berbisa jika ia tidak dikotakan. Ataukah aku yang terlalu berharap untuk memiliki hatimu sedangkan engkau hanya ingin memainkan perasaanku? Butakah cintaku atau bersalahkah diriku yang terlalu mengharapkanmu untuk mengisi bunga-bunga cinta disegenap ruang hatiku.

Kutahu cinta bukannya paksaan dan paksaan dalam bercinta hanya membuat hati merana tapi cinta kita bukannya paksaan. Kita saling cinta mencintai namun hatiku merana jua.Benarlah kata-kata orang tua, cinta yang tidak disirami dengan bunga-bunga keikhlasan dan kejujuran akan menemui kegagalan. Apakah aku saja yang penuh ikhlas dan jujur mencintai dirimu sedangkan kau dengan sewenang-wenangnya  membunuh segala keikhlasan dan kejujuran dalam bercinta. Jika sesungguhnya dihatimu benar ada cinta untukku tetapi mengapa hatiku dilukai? Sedarkah kau bahawa luka yang engkau tinggalkan terlalu dalam dan amat sukar untuk aku membalutnya kembali. Aku tak tahu adakah aku mampu untuk menyembuhkan luka yang amat dalam itu.

Jika dihatimu hanya ada dendam untuk menyakiti hati perempuan seperti aku, padamkanlah ia kerana kelak ia akan membakar dirimu jua. Siramilah api dendammu dengan kesejukan cinta seorang wanita. Mungkin kau pernah mengalami betapa deritanya sebuah cinta yang tak kesampaian. Tetapi mengapa kau melakukannya pada sebuah hati suci yang amat mencintaimu? Sedarlah engkau sebelum engkau dilukai buat kali kedua kerana kepedihan dari kelukaan amat seksa sekali untuk engkau menanggungnya. Cukuplah sekali hati dilukai kerana luka untuk kedua kali hanya membuat diri serik untuk bercinta.
Photobucket
Cinta dicipta dan dianugerahkan kepada setiap hati insan bukan untuk dimungkiri kemudian ditinggalkan begitu saja. Cinta perlu dibelai dan dibaja dengan kemesraan dan kasih sayang. Tetapi jika hati telah tertutup untuk bercinta lagi, jangan sakiti dan lukai hati orang yang mencintaimu. Kelukaan yang engkau tinggalkan buatku, sesungguhnya telah mendewasakanku.

Terima kasih atas kelukaan itu, akan kurawat ia walaupun amat sukar untuk aku melakukannya. Doaku semoga akan terbuka hatimu untuk mencintai seseorang dengan keikhlasan dan kejujuran yang hakiki. Walaupun kelak seseorang itu bukannya aku.

Sunday, November 28, 2010

Kenangan semalam...specially dedicated to Damia Adila


Senja berlabuh menyirnakan fajar

Menjemput malam menghiasi alam
Purnama mengambang yang bertemankan bintang
Kelam dibaluti kesayuan awan
Diiringi titisan hujan
Seakan mengerti rintihan perasaan


Tatkala irama syahdu berkumandang

Semakin terhiris sebuah kelukaan
Mengenang kesetiaan dan kejujuran
Dibalasi seribu persoalan
Lantaran..
Kepastian disirami kekecewaan
Cinta terkubur bersama impian


Pena menari mengukir lembaran

Menutup tirai cinta yang pudar
Biar luka seribu rindu
Dari merana sepanjang waktu
Tanpa disedari...
Coretan terakhir menyentuh hati
Sejernih air mata membasahi pipi
Mengungkap kemaafan dalam hubungan
Segala kenangan kan tersemat diingatan


Kamu....

Tahukah kamu di dalam hatiku...
masih terpahat jelas namamu…
Mengertikah kamu di dalam hidupku..
takkan ada yang bisa menghapus dirimu…
Tanpamu…
Ku tak tahu bagaimana rasanya suka dihati…
Ku tahu rasanya hati yang hampa…
Dan sekarang yang tersisa hanyalah sepenggal kenangan…
Yang terlalu indah untuk dihapus…
Yang terlalu sakit untuk dikenang…
aku takut untuk melihatmu..
aku takut untuk memandangmu..
aku takut aku akan menciintaimu..
dan aku takut aku akan menyayangimu…
ketika malam sepiku datang
sepi yang kurasakan tanpamu di sisiku
ketika ku mengingat wajahmu..sakit kurasakan
kerana ku tahu..ku tak pernah bisa menjadi milikmu...



Dalam diamku ada rindu.....

Di tepian hati kutulis rindu dalam diam....
Terlalu berat memikul beban rindu ini...
Terlalu indah melewatkan setiap gelisah yang hadir..
Setiap rindu yang mengetuk di sebalik temaram senja...
Dan setiap cinta yang mengalir di hembusan nafas...
Telah menumbuhkan binar-binar rindu setiap kita tak bertemu...
Rinduku akan setia mengiringi harimu...
Seperti hatiku yang selamanya ingin berada dalam payung mata beningmu..
Rebah sudah rinduku berlabuh padamu...
Diam tak bergerak...
Lalu terbaring manja di permaidani hatimu.
Andai rinduku bersambut...
Aku kan tersenyum dan menangis di sudut bibirmu...
~amer ames~